Kamis, 21 September 2023

TUGAS PENDAHULUAN MODUL 1




1. Soal[Kembali]

1. Apa yang dimaksud dengan dioda, beserta simbol dari dioda?

Jawab: 

 Dioda adalah komponen elektronik yang mengizinkan arus listrik mengalir hanya ke arah tertentu. Ini berarti dioda memungkinkan arus listrik melewati dalam satu arah (disebut forward bias) dan mencegah arus bergerak ke arah sebaliknya (disebut reverse bias)



Simbol dioda umumnya terdiri dari segitiga dengan garis lurus yang keluar dari salah satu sisinya. Simbol ini menunjukkan arah aliran arus listrik melalui dioda, dari ujung panah (anode) ke ujung lainnya (katode). Diode juga sering memiliki tanda yang menunjukkan arah arus, seperti garis pada ujung panah dioda.


    Dioda digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari sirkuit listrik sederhana hingga perangkat elektronik yang kompleks, karena kemampuannya untuk mengatur arus listrik dengan cara yang sangat spesifik.

2. Jelaskan prinsip kerja dan kurva karakteristik dari dioda?

Jawab:

Prinsip kerja dioda didasarkan pada sifat semikonduktor yang membentuknya. Di tengah dioda terdapat material semikonduktor yang memiliki dua jenis muatan utama: elektron negatif dan lubang positif. Dalam dioda, terdapat lapisan yang disebut junction (pertemuan) antara dua jenis material semikonduktor yang berbeda, biasanya silikon dan germanium.

Ketika dioda diberi tegangan pada arah maju (polarisasi maju), di mana tegangan positif diterapkan pada anode dan tegangan negatif pada katode, muatan positif (lubang) pada sisi P-type semikonduktor tertarik menuju arah negatif (katode), sementara elektron pada sisi N-type semikonduktor tertarik menuju arah positif (anode). Ini memungkinkan aliran arus listrik melewati dioda dengan sangat sedikit hambatan.

Namun, saat tegangan diterapkan dalam arah mundur (polarisasi mundur), di mana tegangan positif diterapkan pada katode dan tegangan negatif pada anode, muatan-muatan tersebut terhalang oleh lapisan junction yang bekerja sebagai penghalang. Akibatnya, arus listrik hampir tidak bisa melewati dioda dalam arah ini.


    Kurva karakteristik dioda adalah grafik yang menggambarkan hubungan antara tegangan (V) yang diterapkan pada dioda dan arus (I) yang mengalir melalui dioda tersebut. Dalam konteks dioda, ada dua jenis kurva karakteristik utama yang biasanya digunakan:

        1. Kurva Karakteristik Dioda Ideal:

    Pada keadaan ideal, ketika terjadi forward bias arus akan mengalir tanpa hambatan sedangkan pada saat reverse bias arus yang mengalir mendekati 0 karena hambatannya yang menuju tak terhingga

        2. Kurva Karakteristik Dioda Nyata:

    Diode memiliki hambatan dalam yang menyebabkan penurunan tegangan saat arus mengalir melalui dioda. Kurva karakteristik dioda nyata biasanya berbentuk kurva eksponensial yang naik tajam setelah melewati tegangan ambang.

Kurva karakteristik dioda menunjukkan hubungan antara tegangan yang diterapkan pada dioda dan arus yang mengalir melalui dioda tersebut. Pada grafik tersebut, pada saat dioda polarisasi maju, terlihat peningkatan arus dengan meningkatnya tegangan , sementara pada saat polarisasi mundur, arus yang mengalir sangat kecil bahkan pada tegangan yang cukup tinggi 

    Dioda aktif apabila , untuk bahan semikonduktor Silikon VF = 0,7 Volt dan untuk bahan semikonduktor Germanium VF = 0,3 Volt. Dioda tidak aktif apabila VF dibawahnya. Pada saat arus reverse bias maksimum atau sama dengan VBD (Breakdown Voltage) maka arus tak terhingga atau dioda dapat menjadi rusak.

dengan

VF = Tegangan minimum yang diperlukan agar dioda semikonduktor mulai mengalirkan arus dalam kondisi forward bias

Rumus umum dioda adalah :

keterangan :

IS = arus reverse saturasi

k   = 11.600/ɳ dengan ɳ=1 untuk Ge dan ɳ=2 untuk Si

Tk = TC + 2730 

TC = suhu junction (celcius)


3. Jelaskan aoa yang dimaksud dengan dioda Zener?

Jawab:

 Dioda Zener adalah jenis khusus dioda semikonduktor yang dirancang untuk beroperasi dalam kondisi reverse breakdown secara terkontrol. Dioda Zener didesain untuk mempertahankan tegangan yang stabil di sepanjang titik breakdown tertentu, disebut sebagai tegangan Zener.

    Karakteristik utama dari dioda Zener adalah kemampuannya untuk menjaga tegangan yang stabil pada nilai tertentu, terlepas dari variasi besar pada arus yang mengalir melalui dioda. Ini memungkinkan dioda Zener untuk digunakan sebagai regulator tegangan yang andal dalam berbagai sirkuit elektronik.

    Ketika diberi tegangan reverse yang melebihi tegangan breakdown-nya (tegangan Zener), dioda Zener akan mengalirkan arus dalam arah reverse secara terkontrol. Tegangan Zener ini tetap relatif konstan meskipun arus yang melewatinya berubah-ubah, yang membuatnya berguna untuk menjaga tegangan yang stabil dalam rangkaian listrik.

4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Clipper!

Jawab: 

Clipper adalah rangkaian elektronik yang digunakan untuk memotong atau mengubah bagian gelombang sinyal di atas atau di bawah tingkat tertentu, seperti tegangan maksimum atau minimum yang telah ditentukan sebelumnya. Ini digunakan untuk membatasi atau memotong bagian gelombang sinyal yang melebihi atau kurang dari batas yang diinginkan.

   Clipper dibagi menjadi dua jenis: clipper positif dan clipper negatif.

1. Clipper Positif: Ini memotong bagian atas gelombang sinyal di atas suatu level tegangan yang telah ditentukan sebelumnya. Saat sinyal masuk ke clipper positif, jika bagian atasnya melebihi level tertentu, bagian yang melampaui batas itu akan dipotong sehingga tegangan tidak melebihi nilai tersebut. Ini membentuk sinyal keluaran yang terpotong pada bagian atasnya.

2. Clipper Negatif: Sama seperti clipper positif, namun kali ini memotong bagian bawah gelombang sinyal di bawah suatu level tegangan yang telah ditentukan sebelumnya. Ketika sinyal masuk ke clipper negatif, jika bagian bawahnya kurang dari level tertentu, bagian yang di bawah batas itu akan dipotong sehingga tegangan tidak kurang dari nilai tersebut. Ini membentuk sinyal keluaran yang terpotong pada bagian bawahnya.

    Baik clipper positif maupun negatif memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk membatasi atau memotong bagian tertentu dari gelombang sinyal. Ini berguna dalam berbagai aplikasi di mana kita ingin menjaga sinyal tetap dalam batas tertentu, mencegahnya melebihi atau kurang dari tingkat tegangan yang telah ditentukan sebelumnya.

    Clipper sering digunakan dalam pemrosesan sinyal audio atau video untuk menghindari distorsi pada puncak gelombang yang melebihi batas yang diinginkan, atau untuk menjaga sinyal tetap dalam rentang yang diinginkan agar sesuai dengan kebutuhan perangkat atau komponen selanjutnya dalam rangkaian elektronik.

5. Jelaskan prinsip kerja clipper!

Jawab:

        1. Clipper Positif


 - Prinsip Kerja: Clipper positif memotong bagian atas gelombang sinyal di atas tingkat tegangan yang telah ditetapkan. Ketika sinyal masuk, jika bagian atasnya melebihi tingkat tersebut, maka bagian yang melampaui batas itu akan dipotong, sehingga tegangan tidak melebihi nilai tersebut. Saat terjadi forward bias maka arus akan mengalir ke dioda dan ke resistor sehingga tegangan outnya menjadi terbagi sehingga memotong tegangan dan ketika terjadi reverse bias maka arus hanya akan mengalir ke resistor saja sehingga gelombang sinyal bagian bawah tidak terpotong

   - Contoh: Misalkan kita memiliki clipper positif dengan batas tegangan pada 5 volt. Jika gelombang sinyal masuk memiliki puncak di 7 volt, clipper positif akan memotong bagian atas gelombang itu sehingga sinyal keluarannya tidak melebihi 5 volt.


        2. Clipper Negatif:


- Prinsip Kerja: Clipper negatif memotong bagian bawah gelombang sinyal di bawah tingkat tegangan yang telah ditetapkan. Ketika sinyal masuk, jika bagian bawahnya kurang dari tingkat tersebut, maka bagian yang di bawah batas itu akan dipotong, sehingga tegangan tidak kurang dari nilai tersebut. Saat terjadi reverse bias maka arus akan mengalir ke dioda dan ke resistor sehingga tegangan outnya menjadi terbagi sehingga memotong gelombang tegangan bawah dan ketika terjadi forward bias maka arus hanya akan mengalir ke resistor saja sehingga gelombang sinyal bagian atas tidak terpotong

   - Contoh: Jika kita memiliki clipper negatif dengan batas tegangan pada -3 volt, dan sinyal masuk memiliki puncak di -1 volt, clipper negatif akan memotong bagian bawah gelombang itu sehingga sinyal keluarannya tidak kurang dari -3 volt.

Prinsip kerja keduanya adalah memotong bagian tertentu dari gelombang sinyal sesuai dengan tingkat tegangan yang telah ditetapkan sebelumnya. Ini membantu untuk mempertahankan sinyal dalam rentang tegangan yang diinginkan, mencegahnya melebihi atau kurang dari batas yang telah ditentukan.


   

2. Prinsip Kerja[Kembali]

A. DIODA

       - Forward Bias 






Pada rangkaian forward bias, arus dari sumber tegangan akan memasuki resistor R1 100 ohm menuju kaki anoda dioda dan keluar pada kaki katoda, lalu mengalir menuju kutub negatif .Ketika dioda diberi tegangan pada arah maju (polarisasi maju), di mana tegangan positif diterapkan pada anode dan tegangan negatif pada katode, muatan positif (lubang) pada sisi P-type semikonduktor tertarik menuju arah negatif (katode), sementara elektron pada sisi N-type semikonduktor tertarik menuju arah positif (anode). Ini memungkinkan aliran arus listrik melewati dioda dengan sangat sedikit hambatan.

         - Reverse Bias




Pada rangkaian reverse bias, arus dari sumber tegangan akan memasuki resistor R1  100 ohm menuju kaki katoda dioda. saat tegangan diterapkan dalam arah mundur (polarisasi mundur), di mana tegangan positif diterapkan pada katode dan tegangan negatif pada anode, muatan-muatan tersebut terhalang oleh lapisan junction yang bekerja sebagai penghalang. Akibatnya, arus listrik hampir tidak bisa melewati dioda dalam arah ini. sehingga arus tidak mengalir



B. DIODA ZENER

        - Reverse Bias 




Pada rangkaian, sumber dc sebesar 5v akan mengalirkan arus menuju R1 100 ohm, dan memasuki kaki katoda pada dioda zener. Arus akan lanjut mengalir menuju ke kutub negatif. Pada voltmeter bisa terlihat nilai tegangan sebesar 2,48 V dimana ini telah melewati breakdown sehingga arus akan tetap mengalir saat reverse bias 

        - Forward Bias


Pada rangkaian, sumber dc sebesar 5v akan mengalirkan arus menuju R1  100 ohm, dan memasuki kaki anoda pada dioda zener. Arus akan lanjut mengalir menuju ke kutub negatif. Pada voltmeter terlihat bahwa nila tegangan sebesar 0,8 V dimana pada saat ini dioda zener bekerja sesuai dengan dioda biasa.

C. CLIPPER

        - Clipper Positif




 Clipper positif memotong bagian atas gelombang sinyal di atas tingkat tegangan yang telah ditetapkan. Ketika sinyal masuk, jika bagian atasnya melebihi tingkat tersebut, maka bagian yang melampaui batas itu akan dipotong, sehingga tegangan tidak melebihi nilai tersebut. Saat terjadi forward bias maka arus akan mengalir ke dioda dan ke resistor sehingga tegangan outnya menjadi terbagi sehingga memotong tegangan dan ketika terjadi reverse bias maka arus hanya akan mengalir ke resistor saja sehingga gelombang sinyal bagian bawah tidak terpotong

        - Clipper Negatif



    Clipper negatif memotong bagian bawah gelombang sinyal di bawah tingkat tegangan yang telah ditetapkan. Ketika sinyal masuk, jika bagian bawahnya kurang dari tingkat tersebut, maka bagian yang di bawah batas itu akan dipotong, sehingga tegangan tidak kurang dari nilai tersebut. Saat terjadi reverse bias maka arus akan mengalir ke dioda dan ke resistor sehingga tegangan outnya menjadi terbagi sehingga memotong gelombang tegangan bawah dan ketika terjadi forward bias maka arus hanya akan mengalir ke resistor saja sehingga gelombang sinyal bagian atas tidak terpotong

3. Video Simulasi[Kembali]

A.Dioda








B.Dioda Zener




C.Clipper






4. Download File[Kembali]

Rabu, 20 September 2023

MODUL 2 ELEKTRONIKA




MODUL 2

TRANSISTOR

1. Tujuan[Kembali]

1.          Mengetahui prinsip kerja transistor.

2.          Mengetahui prinsip kerja dan karakteristik dari rangkaian fixed bias.

3.          Mengetahui prinsip kerja dan karakteristik dari rangkaian self bias. 

4.      Mengetahui prinsip kerja dan karakteristik dari rangkaian voltage divider bias.

2. Dasar Teori[Kembali]


Transistor adalah komponen berbahan semikonduktor yang digunakan sebagai penguat, sirkuit pemutus, penyambung arus (switching), stabilisasi tegangan, dan modulasi sinyal. Pada umumnya transistor memiliki 3 terminal yaitu Basis (B), emitter (E) dan collector (C). Berdasarkan susunan semikonduktor yang membentuknya, transistor dibedakan menjadi dua tipe, yaitu:  

             1. Transistor NPN

                        Transistor ini disusun oleh bahan semikonduktor tiga lapis yang terdiri dari dua bahan                     tipe N dan satu bahan tipe P.

             2. Transistor PNP

                        Transistor ini disusun oleh bahan semikonduktor tiga lapis yang terdiri dari dua bahan                     tipe P dan satu bahan tipe N.

 
(a)                                                 (b)

Gambar 2.1 (a) Tipe Transistor NPN (b) Tipe Transistor PNP

 

A. Daerah Operasi Transistor



Berdasarkan kurva hubungan Vce, Ic dan Ib di atas, terdapat beberapa region yang menunjukkan daerah kerja transistor, yaitu:


1. Daerah Potong (Cutoff)


Pada kondisi cutoff, arus Basis (Ib) = 0 dan arus Kolektor (Ic) = 0, hal ini dikarenakan pada emitter dan kolektor meenerima reverse bias.


2. Daerah saturasi


Pada kondisi saturasi, arus Kolektor (Ic) akan mencapai harga maksimum, tanpa bergantung kepada arus Basis (Ib) dan βdc, hal ini dikarenakan pada emitter dan kolektor menerima forward bias.


3. Daerah Aktif


Pada kondisi aktif, terjadi sifat-sifat yang diinginkan, dimana: 


Hal ini dikarenakan pada emitter menerima forward bias sedangkan pada kolektor menerima reverse bias.


4. Daerah Breakdown


Pada breakdown ini dapat terjadi ketika arus kolektor (Ic) melebihi spesifikasi yang diperbolehkan, kondisi breakdown ini dapat mengakibatkan kerusakan pada transistor, maka daerah ini harus dihindari.


 

B. Pemberian Bias pada BJT

Istilah bias dimaksudkan penerapan tegangan dc untuk menetapkan tingkat arus dan tegangan tetap. Tegangan dan arus yang dihasilkan menyatakn titik operasi (quiescent point) atau titik Q yang menentukan daerah kerja transistor. terdapat beberapa jenis pemberian bias pada BJT, sebagai berikut:


1. Fixed Bias


2. Self Bias




3. Voltage Divider Bias




3. Alat dan Bahan[Kembali]

 A. Alat


    a).  Transistor 2N3904




    b). Resistor 1K, 10K, 560 ohm
 

 






    c). DC Power Supply



      d) Multimeter



       (e) Jumper





B. Bahan

a) Dioda 1N4001


b) Resistor
    

  

5. Prosedur Percobaan[Kembali]

1.   Fixed Bias

1.     Buatlah rangkaian seperti gambar 2.4 dengan sumber DC

2.   Atur Vcc sebesar 12 Volt DC

3.    Hidupkan Power supply dan ukur parameter Rb, Rc, Vrb, Vrc, Vb, Vc, Vbe, Vce, Ib dan Ic serta dicatat ke dalam tabel.


2.  Self Bias

 

1.    Buatlah rangkaian seperti gambar 2.4 dengan sumber DC

2.    Atur Vcc sebesar 12 Volt DC.

3.    Hidupkan poer supply dan ukur parameter Rb, Rc, Re, Vrb, Vrc, Vre, Vb, Vc, Ve, Vbe, Vce, Ib, dan Ic serta dicatat ke dalam tabel.


 3.  Voltage Divider Bias

 

1.    Buatlah rangkaian seperti gambar 2.5 dengan sumber DC

2.    Atur Vcc sebesar 12 Volt DC.

3.    Hidupkan poer supply dan ukur parameter Rb, Rb2, Rc, Re, Vrb, Vrc, Vre, Vb, Vc, Ve, Vbe, Vce, Ib, dan Ic serta dicatat ke dalam tabel.






MODUL 1 ELEKTRONIKA




MODUL 1

KARAKTERISTIK DIODA

1. Tujuan[Kembali]

1.          Mengetahui prinsip kerja dan karakteristik dioda.

2.          Mengetahui prinsip kerja dan karakteristik dioda Zener.

3.          Mengetahui prinsip kerja dan karakteristik rangkaian clipper. 

2. Dasar Teori[Kembali]

Dioda adalah komponen elektronika pasif yang terdiri dari pertemuan semikonduktor jenis P dan semikonduktor jenis N ( P-N Junction ). Elektroda yang dihubungan dengan material jenis P disebut anoda dan yang dihubungkan dengan material jenis N disebut katoda. Kontruksi dan simbol dioda seperti pada gambar berikut :

(a)                                                       (b)

Gambar 1.1

(a) Kontruksi dioda (b) Simbol dioda

 

Dioda akan mengalirkan arus maju (konduksi) jika diberi bias maju (forward bias) yaitu anoda mendapat tegangan positif dan katoda mendapat tegangan negatif. Sebaliknya, jika diberi bias mundur (reverse bias) maka dioda mempunyai resistansi tinggi. Pada dasarnya  dioda akan mengalami konduksi jika diberi tegangan maju yang cukup (0,7 V untuk dioda silikon dan 0,2 V untuk dioda germanium). Setelah mencapai tegangan tersebut, setiap kenaikan tegangan akan diikuti dengan kenaikan arus.

Pada saat terjadi forward bias, terjadi perpindahan muatan listrik positif ke bagian positif dioda yang akan mengisi positif layer sehingga menekan depletion layer. Sedangkan pada reverse bias, muatan positif dan muatan negative pada daerah P dioda akan ditarik oleh  sumber.  Sehingga depletion layer akan melebar dan tidak dapat mengalirkan arus.


(a)                                                                              (b)

Gambar 1.2

(a) Forward bias (b) Reverse bias

Dioda ideal, didekati melalui pendekatan setengah linier (Piece Wise Linear) ada 3 pendekatan, yang didekati secara grafis.

(a)
(b)

(c)

Gambar 1.3

 (a)Kondisi diode ideal (R=0) (b)Kondisi diode non-ideal (R≠0) (c)Kondisi diode riil

 

Dioda Zener

Dioda Zener merupakan jenis diode yang dirancang khusus untuk dapat beroperasi di rangkaian reverse bias (bias balik).


Gambar 1.4

Simbol dioda Zener

 

Pada dasarnya, dioda zener akan menyalurkan arus listrik ke arah yang  berlawanan jika tegangan yang diberikan melampaui batas tegangan tembusnya. Karakteristik ini berbeda dengan dioda biasa yang hanya dapat menyalurkan arus listrik ke satu arah. Sebuah dioda zener yang dipasangkan dalam rangkaian reverse bias akan menjaga agar tegangan jatuhnya outputnya     tetap stabil walaupun tegangan input diubah-ubah.

Aplikasi rangkaian dioda

Terdapat beberapa jenis aplikasi dari dioda, salah satu aplikasinya adalah clipper. Diamana rangkaian clipper adalah rangkaian pembentuk gelombang (waveshaping) yang berfungsi memotong bentuk gelombang pada level dc tertentu.

  Gambar 1.5 Rangkaian clipper

3. Alat dan Bahan[Kembali]

 A. Alat


    a).  Multimeter




    b). Jumper



    c). DC Power Supply



      d) Osiloskop

       (e) Function generator



B. Bahan

a) Dioda 1N4001


b) Resistor
    

  
4. Tugas Pendahuluan

5. Prosedur Percobaan[Kembali]

4.1  Forward Bias  dan Reverse Bias

1.     Buatlah rangkaian seperti gambar 1.6 (a)

             

        

                                                           (a)                                                               (b)

                    Gambar 1.6 (a)Forward bias (b)Reverse bias

2.   Hidupkan Catu daya, naikkan tegangan Catu Daya (Vs) dari 0 Volt sampai dengan 10 Volt dengan penambahan 0.5 Volt .

3.    Ukur arus dan tegangan dioda, catat hasil pengukuran pada tabel untuk setiap harga Vs.

4.     Ulangi langkah 2 dan 3 untuk rangkaian 1.6 (b).


4.2 Karakteristik Dioda Zener

1.     Buatlah rangkaian seperti gambar 1.6 (a), namun dioda diganti menjadi dioda  Zener.

2.     Hidupkan catu daya, naikkan tegangan catu daya (Vs) dari 0 Volt sampai dengan 10 Volt dengan penambahan 0.5 Volt .

3.     Ukur arus dan tegangan dioda zener, catat hasil pengukuran pada tabel untuk setiap harga Vs.

4.     Ulangi langkah 2 dan 3 untuk rangkaian 1.6 (b), namun dioda diganti menjadi dioda zener.


4.1  Clipper

 

1.     Buatlah rangkaian seperti gambar berikut.

Gambar 1.7 Rangkaian clipper

2.     Atur nilai frekuensi pada function generator menjadi 1Khz.

3.     Kalibrasi osiloskop, kemudian baru dihubungkan ke rangkaian.

4.     Ukur arus dan tegangan dari dioda, catat hasil pengukuran pada tabel.

Amati gelompang input dan output pada layar osiloskop. 




LAPORAN AKHIR DEMO PROJECT PRAKTIKUM Up & Uc

[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Pendahuluan 2. Tujuan 3. Alat dan Komponen 4. Landasan Teori 5. Flowchart dan ...