Minggu, 02 Juni 2024

Mux-Demux dengan IC TTL


 
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA]

 

 

1. Tujuan    [kembali]

  • Mengetahui bentuk rangkaian mux-demux dengan ic TTL
  • Dapat menjelaskan rangkaian simulasi mux-demux


2. Alat dan Bahan    [kembali]

IC 74151

IC 74151 merupakan salah satu dari sekian banyak komponen multiplexer. IC 74151 memiliki 8 pin input dan juga mempunyai 3 selection dan ada pin enabled. Pada pin output terdapat 2 pin yang  memiliki output berlawanan



        Konfigurasi:
    • Alat elektronika
    • Berat: 10 gram                



        Spesifikasi:



IC 74LS138

IC 74LS138 merupakan ic decoder yang terdiri dari 6 input dan 8 output dan ic ini dirancang untuk kecepatan tinggi seperti memory dekoder dan sistem transmisi data. Dalam IC dekoder ini memiliki 3 input select dan 3 input enable.


  IC 74LS138 mempunyai kaki yang terdiri dari :
Kaki 1,2,3 : merupakan kaki input select A,B,C
Kaki 4,5,6 : merupakan kaki input enable G1,G2,G3 atau G1,dan G2note1
Kaki 8 : merupakan ground
Kaki 7,8,9,10,11,12, 13,14,15 : merupakan output
Kaki 16 : merupakan VCC.

Cara kerja : 
Apabila salah satu input berlogika 1 maka output akan berlogika 1,dan apabila 3 input disatukan yang
select maupun enable maka salah satu output atau Y akan berlogika 0.
•Jika A,B,C diberi tegangan Low, maka Y0 akan berlogika 0.
•Jika B,C diberi tegangan Low, maka Y1 akan berlogika 0.
•Jika A,C diberi tegangan Low, maka Y2 akan berlogika 0.
•Jika C diberi tegangan Low, maka Y3 akan berlogika 0.
•Jika A,B diberi tegangan Low, maka Y4 akan berlogika 0.
•Jika B diberi tegangan Low, maka Y5 akan berlogika 0.
•Jika A diberi tegangan Low, maka Y6 akan berlogika 0.
•Jika A,B,C diberi tegangan High, maka Y7 akan berlogika 0.
 

 TABEL KEBENARAN



7 Segment

Seven segment merupakan bagian-bagian yang digunakan untuk menampilkan angka atau bilangan decimal. Seven segment tersebut terbagi menjadi 7 batang LED yang disusun membentuk angka 8 dengan menggunakan huruf a-f yang disebut DOT MATRIKS. Setiap segment ini terdiri dari 1 atau 2 LED (Light Emitting Dioda). Seven segment bisa menunjukan angka-angka desimal serta beberapa bentuk tertentu melalui gabungan aktif atau tidaknya LED penyususnan dalam seven segment.



IC 7447

IC BCD 7447 merupakan IC yang bertujuan mengubah data BCD (Binary Coded Decimal) menjadi suatu data keluaran untuk seven segment. IC 7447 yang bekerja pada tegangan 5V ini khusus untuk menyalakan seven segment dengan konfigurasi common anode. Sedangkan untuk menyalakan tampilan seven segment yang bekerja pada konfigurasi common cathode menggunakan IC BCD 7448. 

IC ini sangat membantu untuk meringkas masukan seven segmen dengan jumlah 7 pin, sedangkan jika menggunakan BCD cukup dengan 4 bit masukan. IC BCD bisa juga disebut dengan driver seven segment. Berikut konfigurasi Pin IC 7447.

Konfigurasi Pin IC 7447

§  Pin Input IC BCD, memiliki fungsi sebagai masukan IC BCD yang terdiri dari 4 Pin, nama pin masukan BCD dilangkan dengan huruf kapital yaitu A, B, C  dan D. Pin input berkeja dengan logika High=1.

§  Pin Ouput IC BCD, memiliki fungsi untuk mengaktifkan seven segmen sesuai data yang diolah dari pin input. Pin output berjumlah 7 pin yang namanya dilambangkan dengan aljabar huruf kecil yaitu, b, c, d, e, f dan g. Pin Output bekerja dengan logika low=0. Karena itulah IC 7447 digunakan untuk seven segment common anode.

§  Pin LT (Lamp Test) memiliki fungsi untuk mengaktifkan semua output menjadi aktif low, sehingga semua led pada seven segmen menyala dan menampilkan angka 8. Pin LT akan aktif jika diberi logika low. Pin ini juga digunakan untuk mengetes kondisi LED pada seven segment.

§  Pin RBI (Ripple Blanking Input) memiliki fungsi untuk menahan data input (disable input), pin RBI akan aktif jika diberi logika low. Sehingga seluruh pin output akan berlogika High, dan seven segment tidak aktif.

§  Pin RBO (Ripple blanking Output) memiliki fungsi untuk menahan data output (disable output), pin RBO ini akan aktif jika diberikan logika Low. Sehingga seluruh pin output akan berlogika High, dan seven segment tidak aktif.




 Ground

     Ground berfungsi sebagai penghantar arus listrik langsung ke bumi atau tanah saat terjadi kebocoran isolasi atau percikan api pada konsleting.





 Power

        Digunakan sebagai sumber tegangan.


Logic State




 Resistor

       Resistor  merupakan salah satu komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk membatasi   arus yang mengalir pada suatu rangkaian.



spesifikasi :




LED


fungsi LED dalam rangkaian adalah sebagai indikator atau sinyal indikator/lampu indikator

3. Dasar Teori    [kembali]

        Multiplexer atau MUX, juga disebut selektor data, adalah rangkaian kombinasional dengan lebih dari satu jalur masukan, satu jalur keluaran dan lebih dari satu jalur pemilihan. Ada beberapa IC multiplexer itu memberikan keluaran yang saling melengkapi. Juga, multiplexer dalam bentuk IC hampir selalu memiliki ENABLE atau input STROBE, yang harus aktif agar multiplekser dapat melakukan yang diinginkan fungsi. Multiplexer memilih informasi biner yang ada di salah satu jalur input, tergantung pada status logika dari input seleksi, dan merutekannya ke jalur output. Jika ada n garis seleksi, maka jumlah jalur input maksimum yang mungkin adalah 2n dan multiplexer disebut sebagai 2n-to-1 multiplexer atau multiplexer 2n × 1. Gambar 8.1 (a) dan (b) masing-masing menunjukkan representasi rangkaian dan tabel kebenaran multiplexer 4-ke-1 dasar.
        Untuk membiasakan pembaca dengan perangkat multiplekser praktis yang tersedia dalam bentuk IC, Gambar 8.2 dan 8.3 masing-masing menunjukkan representasi rangkaian dan tabel fungsi multiplexer 8-ke-1 dan 16-ke-1. Itu Multiplexer 8-ke-1 dari Gambar 8.2 adalah nomor tipe IC 74151 dari keluarga TTL. Ini memiliki RENDAH aktif AKTIFKAN masukan dan berikan keluaran pelengkap. Gambar 8.3 mengacu pada nomor jenis IC 74150 keluarga TTL. Ini adalah multiplexer 16-ke-1 dengan input LOW ENABLE aktif dan output LOW aktif.



 8.1.1 Didalam Multiplexer

   Kami akan menjelaskan secara singkat jenis rangkaian logika kombinasional yang  ditemukan di dalam multiplexer oleh mempertimbangkan multiplexer 2-ke-1 pada Gambar 8.4 (a), tabel fungsional yang ditunjukkan pada Gambar. 8.4 (b). Gambar 8.4 (c)  menunjukkan kemungkinan diagram logika dari multiplekser ini. Rangkaian berfungsi sebagai berikut:

  • Untuk S = 0, ekspresi Boolean untuk output menjadi Y = I0.
  • Untuk S = 1, ekspresi Boolean untuk keluaran menjadi Y = I1.

Jadi, input I0 dan I1 masing-masing dialihkan ke output untuk S = 0 dan S = 1. Memperluas konsep lebih lanjut, Gambar 8.5 menunjukkan diagram logika dari multiplexer 4-ke-1. Kombinasi masukan 00, 01, 10 dan 11 pada jalur pilih masing-masing beralih I0, I1, I2 dan I3 ke output. Pengoperasian sirkuit diatur oleh fungsi Boolean (8.1). Demikian pula,  multiplexer 8-ke-1 dapat direpresentasikan dengan fungsi Boolean (8.2):

                 

          8.1.2. Implementasi fungsi Boolean dengan Multiplexer

Salah satu aplikasi multiplexer yang paling umum adalah penggunaannya untuk implementasi kombinasional logika fungsi Boolean. Teknik paling sederhana untuk melakukannya adalah dengan menggunakan MUX 2n-ke-1 untuk diterapkan fungsi Boolean n-variabel. Jalur input yang sesuai dengan masing-masing minterm yang ada di Fungsi Boolean dibuat sama dengan status logika '1'. Minterm tersisa yang tidak ada di file Fungsi Boolean dinonaktifkan dengan membuat baris masukan yang sesuai sama dengan logika '0'. Sebagai seorang Contoh, Gambar 8.8 (a) menunjukkan penggunaan MUX 8-ke-1 untuk mengimplementasikan fungsi Boolean yang diberikan dengan persamaan:



Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 8.8, jalur input yang sesuai dengan tiga minterm yang  ada di Boolean yang diberikan fungsi terkait dengan logika '1'. Lima kemungkinan minterm tersisa yang tidak ada dalam fungsi Boolean adalah terikat dengan logika '0'. Namun, ada teknik yang lebih baik yang tersedia untuk melakukan hal yang sama. Dalam hal ini, MUX 2n-ke-1 bisa digunakan untuk mengimplementasikan fungsi Boolean dengan n + 1 variabel. Prosedurnya  adalah sebagai berikut. Dari n + 1 variabel, n terhubung ke n jalur pemilihan multiplexer 2n ke-  1. Variabel sisa digunakan dengan jalur input. Berbagai baris masukan terkait dengan salah satu dari berikut ini: '0', '1', sisa variabel dan pelengkap variabel sisa. Baris mana yang diberi status logika apa mudah ditentukan dengan bantuan prosedur sederhana. Prosedur lengkap diilustrasikan untuk Fungsi Boolean diberikan oleh persamaan (8.3). Ini adalah fungsi Boolean tiga variabel. Secara konvensional, kita perlu menggunakan multiplexer 8-ke-1 untuk mengimplementasikan fungsi ini. Sekarang kita akan melihat bagaimana ini dapat diimplementasikan dengan multiplexer 4-ke-1. Multiplexer yang dipilih memiliki dua jalur pemilihan. Langkah pertama di sini adalah menentukan tabel kebenaran fungsi Boolean yang diberikan, yang ditunjukkan pada Tabel 8.1. Pada langkah berikutnya, dua dari tiga variabel dihubungkan ke dua baris pemilihan, dengan urutan yang lebih tinggi variabel yang terhubung ke jalur pemilihan tingkat tinggi. Misalnya, dalam kasus ini, variabel B dan C adalah variabel terpilih untuk garis seleksi dan masing-masing terhubung ke seleksi jalur S1 dan S0. Pada langkah ketiga, tabel dari tipe yang ditunjukkan pada Tabel 8.2 dibangun. Di bawah masukan ke multiplexer, minterm terdaftar dalam dua baris, seperti yang ditunjukkan. Baris pertama mencantumkan istilah-istilah di mana variabel yang tersisa A dilengkapi, dan baris kedua mencantumkan istilah-istilah di mana A tidak dilengkapi. Ini mudah dilakukan dengan bantuan tabel kebenaran. Minterm yang diperlukan diidentifikasi atau ditandai dengan beberapa cara di tabel ini. Dalam pemberian tabel, entri ini telah disorot. Setiap kolom diperiksa satu per satu. Jika tidak ada minterm dari kolom tertentu disorot, '0' ditulis di bawahnya. Jika keduanya disorot, '1' ditulis. Jika hanya satu yang disorot, variabel yang sesuai (dilengkapi atau tidak) ditulis. Baris masukan kemudian diberi status logika yang sesuai. Dalam kasus ini, I0, I1, I2 dan I3 akan dihubungkan ke A, 0, A dan A. Gambar 8.8 (b) menunjukkan logikanya penerapan.

Demux atau Demultiplexer adalah suatu perangkat yang dapat menerima hanya satu input data dan melewatkan ke salah satu diantara beberapa seperti gambar 8.3



Gambar 8.3. Demultiplexer (a). simbol dan (b) rangkaian ekivalen demux 1 ke 4 dengan menyalurkan data input ke output Q2.

    

4. Langkah Percobaan    [kembali]

  • Siapkan komponen yang dibutuhkan
  • Posisikan komponen sesuai dengan rangkaian
  •  Rangkai semua komponen dengan baik dan benar
  • Tekan tombol play untuk menjalankan rangkaian

5. Gambar Rangkaian    [kembali]

 


              

6. Prinsip Kerja    [kembali]

Pada rangkaian diatas kita menggunakan IC 74151, 74LS138, dan 7447. Pada Ic 74151, pin ABC adalah input selector. Dimana ketika pin c berlogika 1 maka input yang harus dimasukkan agar outputnya 1 adalah X4 sehingga nilai Y=1. Dan untuk Y' =0. Selanjutnya arus mengalir ke IC 74LS138, pada bagian pin E2,E3. Dapat dilihat pada tabel kebenaran ketika E2, E3 mendapatkan input low, kemudian C berlogika 0 maka output Y3 akan berlogika 0. Dan output yang lainnya berlogika 1. Selanjutnya pada ic 7447 ketika input 1 1 0 0, maka di peroleh nilai output 0 0 0 0 1 1 0 yang berarti menunjukkan angka 3 pada seven segment.

    

7. Vidio    [kembali]



 

 

8. Link Download    [kembali]

Download HTML

Download Rangkaian 

Data sheet resistor 

Download Datasheet IC 74151




 

Kamis, 14 Desember 2023

CLIPPER





1. Jurnal[Kembali]







2. Prinsip Kerja[Kembali]


Gambar Rangkaian Clipper 

Gambar gelombang rangkaian clipper

Prinsip Kerja :

 
  • Clipper positif
        Clipper positif memotong bagian atas gelombang sinyal di atas tingkat tegangan yang telah ditetapkan. Ketika sinyal masuk, jika bagian atasnya melebihi tingkat tersebut, maka bagian yang melampaui batas itu akan dipotong, sehingga tegangan tidak melebihi nilai tersebut. Saat terjadi forward bias maka arus akan mengalir ke dioda dan ke resistor sehingga tegangan outnya menjadi terbagi sehingga memotong tegangan dan ketika terjadi reverse bias maka arus hanya akan mengalir ke resistor saja sehingga gelombang sinyal bagian bawah tidak terpotong
  • Clipper negatif
      Clipper negatif memotong bagian bawah gelombang sinyal di bawah tingkat tegangan yang telah ditetapkan. Ketika sinyal masuk, jika bagian bawahnya kurang dari tingkat tersebut, maka bagian yang di bawah batas itu akan dipotong, sehingga tegangan tidak kurang dari nilai tersebut. Saat terjadi reverse bias maka arus akan mengalir ke dioda dan ke resistor sehingga tegangan outnya menjadi terbagi sehingga memotong gelombang tegangan bawah dan ketika terjadi forward bias maka arus hanya akan mengalir ke resistor saja sehingga gelombang sinyal bagian atas tidak terpotong


3. Video Percobaan[Kembali]






4. Analisa[Kembali]

  • Analisa prinsip kerja dari clipper berdasarkan percobaan!

Jawab : 

    Clipper memotong bagian atas gelombang sinyal di atas tingkat tegangan yang telah ditetapkan. Ketika sinyal masuk, jika bagian atasnya melebihi tingkat tersebut, maka bagian yang melampaui batas itu akan dipotong, sehingga tegangan tidak melebihi nilai tersebut. Saat terjadi forward bias maka arus akan mengalir ke dioda dan ke resistor sehingga tegangan outnya menjadi terbagi sehingga memotong tegangan dan ketika terjadi reverse bias maka arus hanya akan mengalir ke resistor saja sehingga gelombang sinyal bagian bawah tidak terpotong

    Pada data percobaan terlihat bahwa tegangan maksimum input dipotong sebesar 60 volt sehingga tegangan outputnya menjadi 8 volt. maka ini bisa dibilang sesuai teori bahwa clipper ini akan memotong bagian atas gelombang

  • Analisa gelombang hasil dari rangkaian clipper

Jawab :

    Berdasarkan hasil percobaan, diperoleh bentuk gelombang output yang berbeda sesuai teori, seharusnya bentuk gelombangnya berbentuk sinusoidal namun pada gelombang percobaan terlihat bentuk gelombang seperti kotak , namun sesuai data percobaan terjadi pemotongan dari 68 V ke 8V. pada percobaan kali ini bisa dibilang pratikan hampir benar dalam melakukan pratikum dan memiliki beberapa kesalahan. Kesalahan ini terjadi dikareakan pratikan yang kurang teliti dalam merangkai dan mengaplikasikan osiloskop sehingga bentuk gelombangnya tidak sesuai teori,


5. Video Penjelasan[Kembali]







6. Download File[Kembali]

Gambar rangkaian clipper positif : klik disini

Video percobaan : klik disini

Video penjelasan : klik disini

Datasheet dioda : klik disini

Datasheet resistor : klik disini

Datasheet osiloskop : klik disini 

Datasheet voltmeter : klik disini









DIODA ZENER





1. Jurnal[Kembali]





2. Prinsip Kerja[Kembali]


Dioda zener memiliki prinsip kerja yang hampir sama dengan dioda biasa, namun dioda zener dirancang untuk pada saat tegangan dioda memiliki tegangan breakdown atau tegangan zener maka akan terjadi reverse bias

  • Forward Bias




Pada rangkaian, sumber dc akan mengalirkan arus menuju R  100 ohm, dan memasuki kaki anoda pada dioda zener. Arus akan lanjut mengalir menuju ke kutub negatif. Pada voltmeter terlihat bahwa nila tegangan dimana pada saat ini dioda zener bekerja sesuai dengan dioda biasa.

  • Reverse Bias

Pada rangkaian, sumber dc akan mengalirkan arus menuju R 100 ohm, dan memasuki kaki katoda pada dioda zener. Arus akan lanjut mengalir menuju ke kutub negatif. Pada voltmeter bisa terlihat nilai tegangan ini telah melewati breakdown atau bisa dibilang teganagan zener sehingga arus akan tetap mengalir saat reverse bias dan kembali lagi ke sumber

3. Video Percobaan[Kembali]







4. Analisa[Kembali]

1. Analisa prinsip kerja dari diode zener berdasarkan percobaan!

Jawab :

    Dioda zener memiliki prinsip kerja yang hampir sama dengan dioda biasa, namun dioda zener dirancang untuk pada saat tegangan dioda memiliki tegangan breakdown atau tegangan zener maka akan terjadi reverse bias. bisa dilihat pada data percobaan pada saat forward bias prinsip kerjanya sama dengan dioda biasa tetapi pada saat reverse terlihat tegang yang lumayan besar sehingga pada saat reverse bias ini dioda mengalirkan arus yang berbeda dengan dioda biasa

5. Video Penjelasan[Kembali]




6. Download File[Kembali]

Gambar rangkaian forward bias zener : klik disini

Gambar rangkaian reverse bias zener : klik disini

Video percobaan forward bias zener : klik disini

Video percobaan reverse bias zener : klik disini

Video penjelasan : klik disini

Datasheet dioda : klik disini

Datasheet resistor : klik disini

Datasheet osiloskop : klik disini 

Datasheet voltmeter : klik disini



REVERSE BIAS





1. Jurnal[Kembali]




2. Prinsip Kerja[Kembali]





Prinsip Kerja :

Pada rangkaian reverse bias, arus dari sumber tegangan akan memasuki resistor R  100 ohm menuju kaki katoda dioda. saat tegangan diterapkan dalam arah mundur (polarisasi mundur), di mana tegangan positif diterapkan pada katode dan tegangan negatif pada anode, muatan-muatan tersebut terhalang oleh lapisan junction yang bekerja sebagai penghalang. Akibatnya, arus listrik hampir tidak bisa melewati dioda dalam arah ini. sehingga arus tidak mengalir.      


3. Video Percobaan[Kembali]








4. Analisa[Kembali]

1. Analisa pengaruh tegangan input terhadap tegangan dan arus pada rangkaian reverse bias

Jawab  : 

  Berdasarkan data pada percobaan , bisa dilihat bahwa tegangan input memiliki nilai yang sama dengan tegangan dioda hanya terjadi sedikit perbedaan saja dan ini bisa dibilang sama. Namun untuk arus tidak dipengaruhi tegangan input untuk nilai arus hanya kontan 0. Ini bisa dijelaskan berdasarkan prinsip kerja reverse bias yaitu saat terjadi reverse  bias maka arus tidak akan mengalir

jika ditelaah berdasarkan teori mess maka bisa dirumuskan



berdasarkan turunan rumus diatas bisa dilihat bahwa tegangan sumber itu sama dengan tegangan dioda

5. Video Penjelasan[Kembali]





6. Download File[Kembali]

Gambar rangkaian reverse dioda : klik disini 

Video percobaan : klik disini

Video penjelasan : klik disini

Datasheet dioda : klik disini

Datasheet resistor : klik disini

Datasheet osiloskop : klik disini 

Datasheet voltmeter : klik disini



FORWARD BIAS





1. Jurnal[Kembali]



2. Prinsip Kerja[Kembali]





Prinsip Kerja :

Pada rangkaian forward bias, arus dari sumber tegangan akan memasuki resistor R 100 ohm menuju kaki anoda dioda dan keluar pada kaki katoda, lalu mengalir menuju kutub negatif .Ketika dioda diberi tegangan pada arah maju (polarisasi maju), di mana tegangan positif diterapkan pada anode dan tegangan negatif pada katode, muatan positif (lubang) pada sisi P-type semikonduktor tertarik menuju arah negatif (katode), sementara elektron pada sisi N-type semikonduktor tertarik menuju arah positif (anode). Ini memungkinkan aliran arus listrik melewati dioda dengan sangat sedikit hambatan. lalu arus ini lanjut ke kutub negatif.      


3. Video Percobaan[Kembali]







4. Analisa[Kembali]

1. Analisa pengaruh tegangan input terhadap tegangan dan arus pada rangkaian forward bias

Jawab  : 

    Berdasarkan data pada percobaan , bisa dilihat semakin tinggi tegangan input atau tegangan sumber maka semakin besar pula tegangan pada dioda begitu pula arus pada dioda. Maka bisa disimpulkan bahwa tegangan input itu sebanding dengan tegangan pada dioda rangkaian forward bias dan begitu pula yaitu tegangan input sebanding dengan arus pada dioda. 

    jika ditelaah berdasarkan teori mess maka bisa dirumuskan




berdasarkan turunan rumus diatas bida dilihat bahwa tegangan sumber sebanding dengan tegangan dioda dan arus dioda

5. Video Penjelasan[Kembali]






6. Download File[Kembali]

Gambar rangkaian forward bias dioda : klik disini 

Video percobaan : klik disini

Video penjelasan : klik disini

Datasheet dioda : klik disini

Datasheet resistor : klik disini

Datasheet osiloskop : klik disini 

Datasheet voltmeter : klik disini

Selasa, 28 November 2023

ADDER NON INVERTING





1. Jurnal[Kembali]








DATA PERHITUNGAN:





2. Prinsip Kerja[Kembali]



Non-Inverting Adder adalah salah satu konfigurasi rangkaian elektronik yang dirancang untuk menjumlahkan beberapa sinyal tegangan input dengan cara yang memperkuat hasilnya. Prinsip kerjanya adalah menerima beberapa sinyal tegangan masukan dan menghasilkan output yang merupakan jumlah dari sinyal-sinyal tersebut dengan penguatan tertentu.

1. Rata-Rata Tegangan Masukan

Konsep utama dari Non-Inverting Adder adalah mengambil rata-rata dari tegangan masukan yang diterimanya. Dalam rangkaian ini, nilai Vm (nilai tegangan masukan) ditentukan oleh setengah dari total tegangan input yang diterima (V1+V2/2), karena R1 dan R2 memiliki nilai yang sama besar.

2. Penguatan (Gain)

Nilai output diperkuat dengan menggunakan nilai gain yang dihitung berdasarkan rumus: AV = (Rf/Rin + 1). Di mana Rf adalah resistor umpan balik dan Rin adalah nilai resistor yang terhubung ke input. Nilai penguatan ini memberikan indikasi seberapa banyak sinyal akan diperkuat sebelum menjadi output.

3. Aliran Tegangan 

Saat tegangan input (V1 dan V2) mengalir melalui R1 dan R2, mereka bertemu di titik Vm yang mewakili rata-rata tegangan masukan. Vm kemudian dialirkan ke kaki non-inverting op-amp dan menuju ke Vout. Dari Vout, tegangan mengalir ke Rf dan Rin pada kaki inverting op-amp, dan kemudian arus dialirkan ke ground.

4. Perhitungan Output 

Untuk menghitung nilai output dari Non-Inverting Adder, digunakan rumus yang mempertimbangkan penguatan (AV) dengan membagi nilai Rf dengan Rin ditambah satu. Nilai output yang dihasilkan oleh rangkaian ini merupakan hasil dari penjumlahan sinyal-sinyal input yang telah diperkuat.

Prinsip kerja Non-Inverting Adder memiliki perbedaan dengan inverting adder yaitu pada hasil output yang tidak invers atau bernilai sama (sama sama positif atau negatif) dan tidak terjadi beda fasa. rumusnya yaitu





3. Video Percobaan[Kembali]






4. Analisa[Kembali]

1. Analisa prinsip kerja dari rangkaian adder non inverting amplifier berdasarkan nilai yang didapatkan dari percobaan !

Jawab :

Rangkaian adder noninverting amplifier merupakan sebuah konfigurasi dari penguat operasional (op-amp) yang memungkinkan penjumlahan beberapa tegangan input dengan memberikan penguatan noninverting (tidak mengalami inversi) pada sinyal-sinyal tersebut.

Prinsip kerjanya didasarkan pada konfigurasi noninverting amplifier yang umumnya menggunakan op-amp. Dalam rangkaian ini, tegangan output (Vout) dihitung sebagai hasil dari penguatan noninverting dari tegangan input (Vin). Rumus umum untuk penguatan pada rangkaian adder noninverting amplifier adalah AV = (Rf / Ri + 1), di mana AV adalah gain (penguatan), Rf adalah resistor umpan balik, dan Ri adalah resistor input.

Misalkan terdapat beberapa sinyal input (V1, V2) yang ingin dijumlahkan. Ketika sinyal-sinyal tersebut diterapkan pada input (melalui resistor-resistor input yang sesuai, seperti R1, R2), rangkaian akan menjumlahkan tegangan-tegangan tersebut dengan memberikan penguatan noninverting sesuai dengan rumus di atas.

Dalam percobaan, dengan menggunakan nilai resistor yang telah ditentukan (Rf = 20k ohm, R1 = R2 = 10k ohm), serta dengan variasi nilai V1, V2, dan lainnya, nilai keluaran dari rangkaian dapat dihitung menggunakan rumus penguatan yang telah diberikan sebelumnya.

Nilai-nilai tegangan input yang berbeda akan dijumlahkan dengan penguatan tertentu dan dihasilkan sebagai tegangan output. Sinyal outputnya akan memiliki fase yang sama dengan sinyal inputnya karena ini adalah rangkaian noninverting, dan nilai Vout akan mencerminkan rata-rata tertimbang dari sinyal input yang diberikan.

Analisis prinsip kerjanya berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan adalah memvalidasi bahwa rangkaian telah beroperasi sesuai dengan teori yang diharapkan, yaitu memberikan penguatan noninverting pada sinyal input dan menghasilkan output yang merupakan rata-rata tertimbang dari sinyal-sinyal input tersebut.


2. Bagaimana perbandingan antara nilai perhitungan dengan pengukuran dan jika terjadi perbedaan, berikan alasannya!

 


Pada data perhitungan diatas jika dibandingkan dengan data percobaan terlihat data sama hanya beda sedikit saja. Jadi kesimpulannya pada percobaan ini dianggap berhasil karena data percobaan sama dengan data perhitungan tidak ada perbedaan yang signifikan terjadi.

5. Video Penjelasan[Kembali]







6. Download File[Kembali]

  • Gambar Rangkaian Adder Non Inverting [klik]
  • Video Percobaan Adder Non Inverting [klik]
  • Video Penjelasan Adder Non Inverting [klik]
  • Download Datasheet Resistor [klik]
  • Download Datasheet Opamp 741 [klik]
  • Download Datasheet multimer [klik]

  • Download Datasheet Osiloskop [klik]

LAPORAN AKHIR DEMO PROJECT PRAKTIKUM Up & Uc

[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Pendahuluan 2. Tujuan 3. Alat dan Komponen 4. Landasan Teori 5. Flowchart dan ...