Selasa, 11 Juli 2023

4.17 Troubleshooting Technique



 1.Tujuan[kembali]

-agar paham teknik troubleshooting
-agar teknik troubleshooting dapat diterapkan
-agar dapat menemukan dan menyelesaikan masalah bersifat kompleks

2.Alat dan Bahan [kembali]

-Resistor

Komponen elektronika yang bersifat menghambat arus listrik dan juga merupakan komponen pasif karena komponen ini tidak membutuhkan arus listrik agar berfungsi.

Gambar Resistor di Proteus

Gambar Resistor

-Transistor

transistor npn merupakan komponen elektronika yang terdiri dari dua semikonduktor tipe-n yang mengapit semikonduktor tipe-p.

Gambar Transistor di Proteus

Gambar Transistor 

-Ground

Ground adalah alat yang berfungsi untuk menetralisir cacat (noise) yang disebabkan baik oleh daya yang kurang baik, ataupun kualitas komponen yang tidak standar.

Gambar Ground di Proteus

-Voltmeter

Voltmeter adalah alat ukur yang berfungsi untuk mengetahui beda potensialtegangan antara 2 titik pada suatu beban listrik atau rangkaian elektronika.
Gambar Voltmeter

Gambar Voltmeter di Proteus




3.Dasar Teori[kembali]

Seni dari troubleshooting merupakan topik yang luas yang penuh dengan jangkauan kemungkinan dan teknik yang tidak bisa dicakup dengan hanya beberapa seksi buku.bagaimanapun praktikan harusnya sudah tau dengan manuver dasar dan sebagainya

Cukup jelas,langkah pertama dalam melakukan troubleshoot jaringan adalah sepenuhnya sadar dengan kebiasaan jaringan itu sendiri dan memiliki beberapa ide dalam memperkirakan besaran tegangan dan arus.Untuk resistansi dalam daerah aktif,tingkat dc terukur yang paling penting adalah tegangan basis ke emitor.

Untuk transistor hidup,teganga Vbe berada pada kisaran 0,7 V

Koneksi yang benar dalam mengukur Vbe ada pada gambar dibawah
Level tegangan sama pentingnya dengan tegangan kolektor-ke-emitor. Ingat dari karakteristik umum BJT yang tingkat V CE di sekitar 0,3 V disarankan perangkat yang jenuh.

Untuk penguat transistor tipikal dalam keadaan aktif, Vce biasanya sekitar 25% - 75% dari Vcc.

Untuk Vcc= 20 V, pembacaan dari Vce dari 1V - 2V atau dari 18V - 20V yang dapat diukur pada gambar dibawah yang tentu adalah hasil yang tidak biasa dan kecuali emang perangkat nya emang di design untuk hasil seperti ini.
ujung hitam voltmeter dihubungkan ke titik temu suplai dan ujung merah ke terminal bawah resistor. Tidak adanya kolektor
arus dan konsekuensi penurunan tegangan nol pada RC akan menghasilkan pembacaan 20 V. Jika meter dihubungkan antara terminal kolektor dan ground BJT, pembacaan akan menjadi 0 V karena V CC diblokir dari perangkat aktif oleh rangkaian terbuka. Salah satu yang paling kesalahan umum di laboratorium adalah penggunaan nilai resistansi yang salah untuk desain tertentu.




Arus basis 28, mA pasti  menempatkan desain di zona jenuh dan dapat merusak perangkat. Karena nilai aktual resistor sering berbeda dari nilai berkode warna nominalnya  (ingat tingkat toleransi umum  elemen resistif), sekarang saatnya menggunakan untuk mengukur resistor sebelum menghubungkannya ke  jaringan. hasilnya adalah pengukuran lebih dekat  ke tingkat teoretis dan beberapa keyakinan bahwa nilai resistansi yang benar sedang digunakan.

Terkadang ada rasa kecewa. Anda memeriksa perangkat dengan Curve Tracer atau penguji BJT lainnya dan terlihat baik-baik saja. Semua level resistensi tampaknya benar, koneksi tampak solid dan tegangan suplai yang benar terhubung - apa selanjutnya? Debugging sekarang harus mencoba kompleksitas yang lebih tinggi. Mungkinkah kabel internalnya rusak? Seberapa sering menyentuh kabel pada titik yang tepat menciptakan situasi peralihan antar koneksi? Mungkin diberi daya dan disetel ke tegangan yang benar, tetapi kenop batas arus pada dibiarkan di posisi nol, mencegah level arus yang benar yang diperlukan oleh desain jaringan.  Jelas, semakin maju sistemnya, semakin luas kemungkinannya. Bagaimanapun, salah satu metode yang paling efektif untuk memeriksa operasi jaringan adalah dengan memeriksa berbagai level voltase relatif terhadap arde dengan menghubungkan kabel voltmeter hitam (negatif) ke arde dan "menyentuh" ​​yang relevan. konektor dengan kabel merah (positif). Dalam gambar .95 , jika kabel merah dihubungkan langsung ke V CC seharusnya terbaca  V CC volt karena jaringan memiliki satu pangkalan bersama untuk suplai dan parameter jaringan. Pada VC, pembacaan harus lebih kecil, sebagaimana ditentukan oleh penurunan RC , dan VE harus lebih kecil dari VC, sebagaimana ditentukan oleh tegangan kolektor-emitor V CE . Jika salah satu dari poin ini tidak terdaftar, yang tampaknya masuk akal, itu saja sudah cukup untuk mengidentifikasi koneksi atau elemen yang salah. Jika V RC dan V RE adalah nilai yang dapat diterima, tetapi V CE adalah 0 V, ada kemungkinan bahwa BJT rusak dan menunjukkan ekuivalen hubung singkat antara kolektor dan terminal emitor. Seperti yang dinyatakan sebelumnya, jika V CE mencatat tingkat kira-kira 0,3 V, ditentukan oleh  VCE = VC – VE (perbedaan tingkat yang diukur di atas), jaringan mungkin atau mungkin tidak jenuh oleh perangkat  menjadi cacat.


4.Example [kembali]

Example 4.33

Berdasarkan hasil dari gambar 4.96, tentukan apakah jaringan bekerja dengan benar atau tidak, jika tidak jelaskan sebabnya.

Solusi:
20 V pada kolektor menunjukkan bahwa Ic = 0 mA, berdasarkan pada open sirkuit atau transistor yang tidak bekerja. Nilai Vrb = 19,85 V juga menunjukkan bahwa transistor dalam keadaan mati karna perbedaan dari Vcc - Vrb = 0,15 V kurang dari yang dibutuhkan untuk menghidupkan transistor dan memberikan beberapa tegangan untuk Ve.

Yang kecocokkan tersebut didapatkan dari:

Jika jaringannya bekerja dengan benar, arus utamanya seharusnya:


Example 4.34

Berdasarkan hasil yang timbul pada gambar 4.97, tentukan apakah transistor nya hidup dan apakah jaringan berkerja dengan benar.
Solusi:
Berdasarkan nilai resistor R1 dan R2 dan besarnya Vcc, tegangan Vb = 4 V terlihat benar benar saja. yang 3.3 V pada nilai emitter dalam 0,7 V drop melalui base to emitter persimpangan dari transistor, memicu  transistornya hidup. Bagaimanapun 20 V pada kolektor memnunjukkan bahwa Ic = 0 mA, Meskipun koneksi ke suplai harus "padat" atau 20 V tidak akan muncul pada kolektor dari perangkat. 2 kemungkinan nyata.

5.Problem [kembali]

60.pengukuran pada gambar dibawah membuktikan bahwa jaringannya tidak bekerja dengan benar.List sebanyak banyaknya yang bisa ditemukan dari pengukuran tersebut.
Solusi:
(a) 1.open sirkuit di sirkuit utama
     2.koneksi jelek pada terminal pemancar
     3.transistor yang sudah rusak

(b) 1.korslet pada simpang base-emitter
      2.terbuka pada kolektor terminal

(c)  1.open sirkuit di sirkuit utama
      2.transistor terbuka

61.pengukuran pada gambar dibawah membuktikan bahwa jaringannya tidak bekerja dengan benar. spesifiklah kenapa nilai yang didapatkan menunjukkan masalah dengan jaringan yang bekerja denga yang diharapkan.dalam kata lain,nilai mencerminkan masalah yang sangat spesifik pada setiap kasus.
      

Solusi:
(a) tegangan awal 9.4 V menunjukkan bahwa 18 kohm ,tidak melakukan kontak dengan terminal awal dari transistor.
 
jika bekerja dengan benar:

(b) karna VE>VB,jadi seharusnya transistornya akan "off"
dengan:
4V pada emitter adalah tegangan yang akan ada jika transistor korslet dr kolektor ke emitter

63.apa yang terjadi pada tegangan Vc jika transistornya diganti dengan yang memiliki nilai yang lebih besar B(beta)?
Solusi:

6.Rangkaian [kembali]







7.Download File
























bab 4 ya

Minggu, 16 April 2023

APLIKASI HPF +60DB/DEC



DAFTAR ISI
1. APLIKASI HPF +60DB/DEC DENGAN GENERATOR SINYAL
2. Rangkaian Simulasi
    2.1 Gambar
    2.2 Video

1. HPF +60

1.1 Tujuan [Kembali]
  1. Mengetahui dan memahami pengertian, prinsip kerja, dan karakteristik High Pass Filter (HPF) dengan generator sinyal.
  2. Dapat merangkai High Pass Filter +60DB/DEC dengan baik dan benar.
  3. Dapat mensimulasikan dan menganalisa rangkaian High Pass Filter +60DB/DEC.
1.2 Komponen [Kembali]


Alat
  1. Signal generator












    Signal generator berfungsi untuk memberikan input berupa tegangan AC pada rangkaian.
Bahan

  1. Resistor



    Resistor merupakan salah satu komponen yang digunakan dalam sebuah sirkuit atau rangkaian elektronik. Resistor berfungsi sebagai resistansi/ hambatan yang mampu mengatur atau mengendalikan tegangan dan arus listrik rangkaian.

  2. Kapasitor

                                                       
    Kapasitor (Capacitor) atau disebut juga dengan Kondensator (Condensator) adalah Komponen Elektronika Pasif yang dapat menyimpan muatan listrik dalam waktu sementara dengan satuan kapasitansinya adalah Farad. Nilai kapasitor (104J) : 10 * 10^4 pF = 10^5 pF = 100nF; toleransi 5% = ± 95nF sampai 105nF
    Kapasitor adalah komponen elektronika pasif yang dapat menyimpan muatan listrik dalam waktu sementara.
    Cara menghitung nilai kapasitor :
    1. Masukan 2 angka pertama langsung untuk nilai kapasitor.
    2. Angka ke-3 berfungsi sebagai perpangkatan (10^n) nilai kapasitor.
    3. Satuan kapasitor dalam piko farad.
    4. Huruf terakhir menyatakan nilai toleransi dari kapasitor.

    Daftar nilai toleransi kapasitor :
    B = 0.10pF
    C = 0.25pF
    D = 0.5pF
    E = 0.5%
    F = 1%
    G = 2%
    H = 3%
    J = 5%
    K = 10%
    M = 20%
    Z = + 80% dan -20%


  3. Osiloskop

    Osiloskop adalah alat ukur elektronik yang dapat memetakan atau memproyeksikan sinyal listrik dan frekuensi menjadi gambar grafik agar dapat dibaca dan mudah dipelajari.

  4. Operational Amplifier

    Operational Amplifier adalah suatu penguat berpenguatan tinggi yang terintegrasi  dalam sebuah chip IC yang memiliki dua input inverting dan non-inverting dengan sebuah terminal output, dimana rangkaian umpan balik dapat ditambahkan untuk mengendalikan karakteristik tanggapan keseluruhan pada operasional amplifier (Op-Amp). Pada dasarnya operasional amplifier (Op-Amp) merupakan suatu penguat diferensial yang memiliki 2 input dan 1 output. Op-amp ini digunakan untuk membentuk fungsi-fungsi linier yang bermacam-mcam atau dapat juga digunakan untuk operasi-operasi tak linier, dan seringkali disebut sebagai rangkaian terpadu linier dasar. Penguat operasional (Op-Amp) merupakan komponen elektronika analog yang berfungsi sebagai amplifier multiguna dalam bentuk IC dan memiliki simbol sebagai berikut :



1.3 Dasar Teori [Kembali]


Rangkaian HPF +60dB/dEC adalah gabungan rangkaian HPF +40dB/dec dengan diseri HPF +20dB/dec.

1.Operasional Amplifier (Op-Amp) LM741




  

Op-Amp adalah salah satu dari bentuk IC Linear yang berfungsi sebagai Penguat Sinyal listrik. Sebuah Op-Amp terdiri dari beberapa Transistor, Dioda, Resistor dan Kapasitor yang terinterkoneksi dan terintegrasi sehingga memungkinkannya untuk menghasilkan Gain (penguatan) yang tinggi pada rentang frekuensi yang luas. Dalam bahasa Indonesia, Op-Amp atau Operational Amplifier sering disebut juga dengan Penguat Operasional.

Karakteristik penguat ideal adalah:
Impedansi input sangat besar (Zi >>). Impedansi input adalah sangat besar sehingga arus input ke rangkaian dalam op-amp sangat kecil sehingga tegangan input sepenuhnya dapat dikuatkan.
spesifikasi:
Respons karakteristik kurva I-O:




2.Resistor

Resistor adalah komponen Elektronika Pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika (V=I R).
Jenis Resistor yang digunakan disini adalah Fixed Resistor, dimana merupakan resistor dengan nilai tetap terdiri dari film tipis karbon yang diendapkan subtrat isolator kemudian dipotong berbentuk spiral. Keuntungan jenis fixed resistor ini dapat menghasilkan resistor dengan toleransi yang lebih rendah.
Cara menghitung nilai resistor:
Contoh :
Gelang ke 1 : Coklat = 1
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105
Gelang ke 4 : Perak = Toleransi 10%
Maka nilai resistor tersebut adalah 10 * 105 = 1.000.000 Ohm atau 1 MOhm dengan toleransi 10%




1.4 Prinsip Kerja [Kembali]

Langkah/prosedur merangkain rangkaian HPF +60DB/DEC
  1. Mempersiapkan Alat besrta Bahan seperti yang telah tertera pada Sub Bab Alat dan Bahan di atas
  2. Merangkai Rangkaian 
  3. Pada Rangkaian disambungkan input tegangan AC agar dapat melihat bagaimana perbedaan respons gelombang input dan outputnya.
  4. Amatilah nilai input dan output dengan menyesuaikannya dengan rumus yang ada, dan juga amatilah respon grafik sinyal input dan outputnya.
Prinsip kerja rangkaian HPF +60 DB/DEC

  • pertama-tama rangkailah sebuah HPF dengan kapasitor dan juga resistor. Hitunglah nilai Omega dengan rumus -1/RC dan tentukan nilai A nya. Didapatkan nilainya mendekati 0.7. Dalam rangkaian responsnya sudah mendekati walau masih ada eror, namun sudah bisa ditenggang. Disini digunakan frekuensi sebesar 100k sesuai dengan yang telah diperhitungkan dengan rumus.Prinsip kerja dari filter high pass atau filter lolos atas adalah dengan memanfaatkan karakteristik dasar komponen C dan R, dimana C akan mudah melewatkan sinyal AC sesuai dengan nilai reaktansi kapasitifnya dan komponen R yang lebih mudah melewatkan sinyal dengan frekuensi yang rendah. Prinsip kerja rangkaian filter lolos atas atau high pass filter (HPF) dengan RC dapat diuraikan sebagai berikut, apabila rangkaian filter high pass ini diberikan sinyal input dengan frekuensi diatas frekuensi cut-off (ωc) maka sinyal tersebut akan di lewatkan ke output rangkaian melalui komponen C. Kemudian pada saat sinyal input yang diberikan ke rangkaian filter lolos atas atau high pass filter memiliki frekuensi di bawah frekuensi cut-off (ωc) maka sinyal input tersebut akan dilemahkan dengan cara dibuang ke ground melalui komponen R.
  • Frekuensi resonansi dari filter high-pass mengikuti nilai time constant (τ) dari rangkaian RC tersebut.


  • Sehingga frekuensi cut-off dari filter tersebut adalah :


  • Sinyal output rangkaian filter high-pass mendahului inputnya yaitu sebesar :

  • Grafik karakteristik dari high pass filter (HPF) atau filter lolos atas dengan komponen RC dapat digambarkan dengan perbandingan antara tegangan output filter terhadap frekuensi yang diberikan kepada rangkaian filter high pass (HPF) tersebut. Untuk lebih jelasnya grafik karakteristik filter high pass (HPF) ditunjukan pada gambar berikut:



Gambar Rangkaian HPF +60dB/dec beserta Grafik osiloskop dan Frequency Rensponse-nya







2.2 Video [Kembali]





3. Download File [Kembali]



LAPORAN AKHIR DEMO PROJECT PRAKTIKUM Up & Uc

[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Pendahuluan 2. Tujuan 3. Alat dan Komponen 4. Landasan Teori 5. Flowchart dan ...